Tuesday, 22 August 2006
biarkan saja
selepas malam menghantam
pada jiwa jiwa yang lelah menunggu waktu
angin hanya bisa berkata
malam adalah jutaan kepedihan pada sisi gelapnya
lalu aku meraba pada jalan panjang perjalan
selepas pagi datang menampar lewat cahaya surya
angin hanya bisa menjawab segala tanyaku
dengan hembusannya yang renta
adalah raga ini yang mulai lelah menunggu waktu
satu persatu detiknya bergugurang di awal musim semi sang menit
aku hanya menunggu dan hanya menuggu
tak pasti raga ini berjalan menuju kemana
dan angin hanya bisa bergumam
biarkan saja
Ciputat, 23 agustus 2006
21:07 Posted in sajak | Permalink | Comments (0) | Email this



The comments are closed.