Wednesday, 29 November 2006

Surat Seorang Pejuang Kepada Istrinya

bila senja nanti tiba dengan temaram

usah kau bersedih mengarungi malam

aku bersamamu masih menggengam senapan

dan akan menemanimu hingga lewati kegelapan


sayang

perjuangan kita belum usai

dan tidak akan pernah usai

sekali pun aku mati dan engkau juga mati

sebab semangat kita ada yang meneruskan nanti...


sayang

jangan pernah engkau menaruh kesedihan dalam perjuangan

sebab dengannya perjuangan akan makin terasa lamban

biarkan kesedihanmu mengalir laksana air

untuk kemerdekaan bangsa dan tanah air


sayang

do’amu menyertaiku di medan perang


Lenteng Agung, 15 Agustus 2006

17:25 Posted in sajak | Permalink | Comments (0) | Email this

The comments are closed.