Monday, 21 January 2008

Wajah Bulan

Biarkan aku tulis segala gelisah

Yang tak kunjung reda

Dan membuat ku semakin pasrah

 

Adalah wajah bulan

Pucat pasi. Di balik senyummu yang membawa luka

Dan aku tetap menikmati setiap sayatannya

 

Adalah wajahmu

Membayang di purnama. Usai hujan yang tak jadi

Lalu temani rembulan

 

Suka atau lukakah yang aku kunyah

Sebab ini lidah menjadi tak bertuah

Semakin bisu dan beku tekurung waktu

 

Kita semakin jauh

Dari setiap genggaman yang begitu erat

Pada roda waktu

 

Sedang kau masih saja menjawab

Aku bukan puranama yang kau lihat.

Tapi waktu

 

Adakah kau fatamorgana

Dari bayang bayang yang menjadi bayangan

Setiap perpaduan rasa

 

Biarkan aku tulis

Segala gelisah yang tak sudah

Meski jadi gundah

 

Biar aku lukis

Setiap jengkal dari jarak kita

Setiap helaan nafas perjumpaan kita

            ; sekali pun kau fatamorgana

aku masih menyaksikan wajahmu di balik bulan

 

ciputat menjelang purnama, 20 januari 2007. 21.33

14:55 Posted in sajak | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: bulan, wajah, pasrah, menikmati

The comments are closed.