Sunday, 26 April 2009
kisah segelas kopi
kisah I
berawal dari segelas kopi hangat, obrolan berlangsung cukup lama dan panjang. perlahan rintik gerimis berjatuhan dari langit. udara dingin mulai merayap merasuk pori-pori sampai kesendi. gerimis berubah hujan deras, sederas kopi yang melewati tenggorokanku. juga sederas obrolan kami sepanjang sore. entah apa yang diperbincangkang. aku mulai lupa. hanya rasa kopi itu yang dapat aku ingat. sedikit pahit, ketir, tapi agak manis. mungkin juga perbincangan kami seperti itu. aku akan coba mengingatnya. tapi tidak sekarang. lain waktu saja sekalian aku ceritakan sambil minum kopi.
hari ini. bayak pekerjaan ya aku batalkan. aku sedang rindu dan ingin menemui kawan lamaku. "si penjemput pagi yang selalu kehilangan mentari". lama aku tak jumpa dan berbincang dengannya. dan sepertinya kami akan kembali bersama untuk beberapa waktu. berbagi kisah, pengalamana, atau curhat picisan yang murahan, juga mungkin semacam "menggosip" seperti ibu-ibu arisan sambil nunggu kocokan.
akhirnya, aku mendapatkan diriku sedang merapat pada sunyi. perlahan dan pelan. tak apa, aku suda pernah melewatinya. berulang-ulang. sampai aku hapal, apa saja yang selalu aku lakukan dengan kesunyian.
berawal dari segelas kopi, sebatang rokok, didampingi pena dan kertas kalau-kalau aku akan menuliskan wasiat jika tiba-tiba keracunan kopi dan rokok. segelas, dua gelas, sebatang, dua batang berlangsung silih berganti sejak siang melewati batasnya. kemudian menjemput pagi dan kehilangan mentari. kertas itu masih kosong. sedang aku dan kesunyian sudah bercerita ratusan kisah dalam lamunan yang hadir ketika kopi melewati tenggorokan dan asap rokok mengepul didalam rongga dada.
berawal dari segelas kopi, aku hamburkan seluruh keluh kesah pada malam sampai pagi tiba.
desember 08
15:29 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: catatan
Thursday, 28 February 2008
Selamat Jalan GITO ROLLIES
Kamis(28/02) petang, salah satu legenda rock Indonesia Gito Rollies berpulang kepada Yang Maha Kuasa. Pria kelahiran Bandung, 1 Nopember 1948 ini, menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Pondok Indah, pada pukul 18.45 WIB.22:30 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Gito Rollies Rock Musik Indonesia
Saturday, 19 January 2008
Kesaksian dari Cipasung bag-2
Pagi hari. satu hari selepas upacara pelepasan almarhum tercinta. Cipasung terasa sunyi. kehilangan yang mendalam merasuk sampai ke ulu hati. bunga-bunga nampak layu. langit muram dan temaram. Aku masih di kota itu. Kota santri. Ya, Tasik kota santri.
Seperti kembali kepada dulu. suara riuh santri yang sedang menghafal kitab-kitab, tiba-tiba ingatkan aku pada kepolosanku pada masa itu. ya, zaky yang polos...hehe...bila teringat itu aku suka malu pada diriku yang sekarang. dahulu, aku suka menghafal kita-kitab sampai benar benar hafal, pergi mengaji. kemasjid untuk berjamaah...semuanya teringat begitu saja. bahkan ketika hari-hari kenakalankupun begitu jelas menampurku di jendela waktu.
Cipasung, aku haturkan salam pada bait doaku. aku sampaikan doa pada shalatku. aku akan kembali untuk membalas semua budimu, dan sebagai tebusan atas kenakalanku yang telah lalu....begitu kira-kira aku berguam saat semua kenangan masa lalu datng berkunjung.
hampir satu minggu lebih aku berada di Cipasung. ya, seminggu lebih, soalnya setelah Haul KH. Ruhiat pun, aku masih berada di sana. inginku masih berlama-lama. tapi, apa daya...di kota Jakarta sudah banyak yang mengguku, dan kendala utama sudah tidak memungkinkan untuk bertahan ebih lama lagi. bagai mana bisa? Sampai ke ciputa lagi pun, aku ngamen...hehe....jadi malu...
udah...ah...entar aja bikin kisah yang seru...biar jadi cerpen...doakan aku ya....yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
14:29 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: cipasung, kota santri, dingin, senyap, kitab, upacara, cerpen
Tuesday, 01 January 2008
Kesaksian dari Cipasung
Innalillahi wa innailaihirraajiuun...telah berpulang ke rahmatullah...bapak KH. Moh. Ilyas Ruhiat, pinpinan pondok pesantren cipasung singaparna tasikmalaya...jam 16.30, begitu bunyi sms yang aku terima pada hari selasa tangga 18 desember 2007...percaya atau tidak, satujam sebelumnya aku dan kawan kawan alumni baru saja membicarakan perihal keberangkatan kami ke cipasung...untuk mengikuti Haul Abah Ruhiat....juga membicarakan kesehatan pak kiai ilyas...
hampir setengah jam setelah menerima sms itu, aku seperti manusia kehilangan, kalang kabut...dan hanya bisa kirim sms ke saudara alumni yang lain...besar ke ingninanku menngikuti pemakaman beliau, sampai-sampai aku berusaha keras untuk berangkat, padahal aku sadar, saat itu aku hanya mengantongi uang sekitar 30 ribuan tak lebih...lalu aku mondar mandir sana sini sampai akhirnya aku berangkat dari terminal kampung rambutan sekitar jam sebelas malam.
sepanjang jalan, wajah teduh pak ilyas membayang dalam ingatan ku, aku teringat katika aku lagi smp...saat aku menemui beliau, betapa teduhnya berada di dekat beliau. saat itu aku mau mengikuti lomba cerdas cermat bersama salah satu cucunya ahmad zamaksyari siddiq yang kini tengah menyelesaikan studinya di ITB. kami meminta doa dari beliau. ya walaupun cerdas cermatnya kalah...tapi keteduhan yang aku dapatkan saat di sisi beliau sungguh terasa sampai sekarang.
selama perjalanan menuju cipasung, banyak sekali ketegangan yang nyaris menggagalkan ku mengikuti pekaman. yang pertama waktu masih d ciputat, aku nyaris menabrak kucing, motor kempes, hampir jatuh di tikungan, menunggu bis satujam lebih...lalu setelah di perjalanan dalam bis menuju tasik...sang sopir mengemudikan mobil dengan sangat metal...betapa tidak bayangkan...aku bertolak dari terminal jam 11 sampe tasik jam 3 20 menitan...ak sudahlahlah aku tak berani membayangkan lagi metalnya tuh sopir...
tepat pas di cipasung selasai shalat subuh, aku sampai di bibir gerbang pesantren...o...betapa dinginnya cipasung...tapi aku mencium haru pilu yang sarat dan dalam.tak tersa, air mataku menetes dan membasahi pipiku. aku menjadi semakin rapu...kulihat karangan bunga sepanjang pesantren, mewakili kehilangan indonesia atas kiai santun...aku jadi makin sedih, manakala melihat ke garasi yang dulu ada motor bebek merahnya, sepeda motor yang membuat aku bisa bawa sepeda motor...yang dulu sering kukendarai diam diam sama cucunya...hehe...jadi malu,...sekarang motor itu lenyap diambil maling sinting...
aku langsung bergegas menuju masjid, kuambil wudu dan rasakan sejuknya udara cipasung...lalu kulaksankan shalat sebagai mana mestinya...lama kupandangi tubuh yang sudah terbujur, tak berdaya danmun masih menyimpan daya...tak bergerak namun masih menghasilkan gerakan gerakan,...selamat jalan wahai kau sang maha guru...
pagi hampir tiba...matahari sudah menampakan diri. cipasung tiba-tiba menjadi lautan manuisa...dari timur, dari barat, dari seluruh pelosok berbondong bondong mengikuti upacara pemakaman. di sinilah, upacara terakhir menghatar jenajah yang paling unik. semua yang hadir berbaris berhadap-hadapan, dari pintu masjid sampai pintu makam. kemudian jenajah berjalan diatas tangan yang tengadah dan masih bisa menyentuh tubuh beliau yang terakhir.
"baris yang rapih"... teriak salah seorang petugas keamanan. suasana yang tadinya khidmat tiba-tiba menjadi gaduh...salah seorang yang hadir ternyata tidak mau melepas jenajah saat melewati tangannya...ia ngikut...sudah tubuhnya gendut...nyerobo, maksa...dan "aw!!!" dia menabraku, aku terseret, terdorong terjepit...semua jadi kacau...aku nyaris tak berdaya...hati menjerit... yaa allah ijin aku menggapai beliau sebagai permohonan maaf ku ketika masih mpndok di cipasung...aku makin terdesak...sampai akhirnya aku pasrah...ya sudahlah ini kehendak tuhan, jika aku tak diridloi dan dimaafkan pa kiai.
aku terkaget, sebab entah kenapa, tiba-tiba barisa agak rapi lagi, meskipun sekarang jenajah sudah diapit dan digotong. jenajah tepat menuju ke arahku...dan akhirnya aku bisa menyentuhnya dan menciumnya...setelah air mata tak lagi dapat kuseka....dan pada saat saat tersendu, aku menagis...sampai akhirnya aku ikhlas pada kepulangan beliau.
upacara sudah selesai. hadirin pulang kembali ketempatnya masing-masing....mulailah perlahan, pelan sarat dan dalam...cipasung hening...dingin...kaku beku...
bersambung... pada kesaksian 2
18:39 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: cipasung, kh ilyas
Monday, 17 December 2007
Selamat
Selamat dan sukses untuk Keluarga Besar Mahasiswa GALUH JAYA Jabodetabek yang baru saja melaksakan Kongres ke IV di Villa citra mega mendung Bogor pada tanggal 15-16 Desember 2007 kemarin. acara kongres ini hanya di hadiri sekitar 50 mahasiswa ciamis yang berada di jakarta. kemudian hasil kopngres memutuskan dan menghasilkan Raja Galuh (panggilan Ketua KBM GALUH JAYA) yang ke IV yaitu Irfan Hilmi, Mahasiswa UIN Jakarta semester tujuh.
selamat dan sukses untuk
IRFAN HILMI
sebagai
RAJA GALUH IV
Keluarga Besar Mahasiswa Galuh Jaya Jabodetabek
16:09 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this
Sunday, 11 November 2007
info cakep...
Sebetulnya untuk orang sunda...tapi akhirnya untuk siapa aja yang ingin mengetahui kebudayaan sunda...ada situs yang lumayan cukup bagus dan menaring untuk di kunjungi... nih situsnya http://sunda.web.id di situs tersebut, anda bisa jumpai berbagai macam sunda. kebetulan situs itu tidak hanya dikelola dalam bahasa sunda, namun beberpa mengguknakan bahasa indonesia dan inggris pokonya menarik deh...selamat berkunjung.
06:05 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: khozach
Friday, 09 November 2007
lagi pusing
ternyata...tak semudah yang aku kira...di akhir tahun masa kuliah...gw lagi di pusingkan dengan yang namanya proposal skripsi...jangankan skripsinya! bikin latar belakangnnya aja susahnya bikin gw muter muter...apun...............................!!!
di tambah lagi seiring perjalanan karir sebagai penulis sedang diuji...dengan deadline....puyeng maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!
help me brothers...
help me.........................
skripsi gw encananya analisis semantik terhadap kelenturan bahasa penerjemah dalam "kalilah wadimna"....
nah tulisan yang dikejar adalah cerita anak atau fabel...ada yang mau kasih ide g ya...
puyeng neeh...
16:28 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this
Friday, 02 November 2007
pagi
seperti pagi...
aku kembali ke masa itu...menanti matahari terbit lalu terbenam dalam mimpi
aku lelah dengan malam panjang...terulang dan terulang
aku ingin siang yang panjang, terulang dan berulang
akh..................................................................................................
aku lelah, mencatat pagi sedini hari...
malaikat saja masih mencari siapa yang akan diberi rahmat di pagi hari, aku sudah minum kopi...saat yang lain masih sedang bermimpi aku sudah memesan kopi...dan ketika manusia secara serentak menyaksikan dan habiskan siang hari...aku terlelap dalam mimpi yang panjang...sampai senja datang
aku lelah....
21:17 Posted in catatan | Permalink | Comments (1) | Email this
Sunday, 28 October 2007
aku hanya ingin mengeluh
entah...sepertinya siklus sudah bertemu pada simpulnya lagi...belakangan aku mulai mengeluh lagi. mengeluh atas segala yang pernah dilewati...seperti lelah...seperti gelisah...akh entahlah...
jalanan ini semakin terjal. aku berharap tidak bertemu gunung, namun jurang curam sudah di deppan mata.
aku berharap tidak bertemu malam, namun senja sedang kulewati...sepertinya bukan persoalan pilihan atau kesuaan lagi...namun tanggungan dan pertanggungjawaban terhadap diri sendiri. bahwa jalan hidup ini, apapun bentuknya harus dilewati. ya...semuanya harus dijalani dan dilewati...barulah ini adalah pilihan...aku akan lewat jalan yang mana...
terkadang, aku suka berharap ingin punya teman curhat yang setia...mendengar seluruh huruf dari ucapanku...mendengar semua emosi dari setiap desahan nafasku...tapi semuanya hanya angan angan saja...tetap saja...aku berjalan sendiri...akh...betapa rapunya aku...selalu terseok dan terombang ambing pada situasi seperti ini...
aku hanya angin malam, dan sketsa angan
12:05 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this
Sunday, 20 May 2007
rahma...
akhirnya...aku mendengar kembali suara rahma...meski dari seberang agak sedikit parau, sebab katanya sih sakit. meski begitu, aku merasa senang...dan serasa mendapatkan semangat baru...bukan karena sakitnya, tapi karena aku bisa menghubunginya kembali setelah sekian lama...entah berapa bulan...atau barangkali masuk tahun...akh semoga tidak sebab singatku, lebaran kemarin aku masih menelponnya...dan kejadian tadi sore membuat aku serasa mendapatkan sesutu kembali...semoga...
17:11 Posted in catatan | Permalink | Comments (0) | Email this


